Pacaran, apaan tuh?
Tersenyum manis, sang cowok mengajak sang cewek ke tempat sepi. Pemandangannya begitu indah, pepohonan disana-sini hampir terselimuti kabut. Sore yang hampir sempurna dengan merah cahaya matahari yang hampir bersembunyi dibalik bukit diujung sana. Berbekal keberanian dan percaya diri secukupnya, sang cowok mengutarakan isi hati. Katanya sudah lama memendam perasaan, katanya sudah lama tidak enak makan, katanya sudah lama tidak nyenyak tidur. Katanya dan katanya yang membuat hati sang cewek luluh lantah tak berkutik sedikitpun. Atau…
kisah puluhan tahun lalu disaat ibuku masih remaja. Ada seorang lelaki pintar, sholeh, baik, tampan, kaya raya -kata ibu- yang memikat hatinya. Begitupun juga sang lelaki yang kesesengsem sama ibu. Setiap kali berpapasan ditikungan sekolah yang banyak tikungannya dan entah ditikungan yang mana, sang lelaki selalu melempar senyum ke arah ibu kemudian ibu membalasnya. Kontan, suatu hari dikantin sekolah saat jam istirahat, dengan langkah tersipu malu, wajah merona merah, dan jantung yang hampir copot, mereka saling bertukar surat dan foto. Itulah akhir kisah cinta ibu semasa SMA.
Penasaran dengan kisah cinta aki (baca: Kakek). Saya menghampirinya dipagi buta ketika ia tengah sibuk membolak-balik isi halaman sebuah koran harian (saya tidak menyebutkan Koran Harian Pikiran Rakyat). “Ki, kalo jaman aki muda dulu pacarannya gimana?” tanyaku perlahan khawatir darah tingginya kambuh lagi. “Jaman aki mah gak ada pacaran.” jawaban singkat yang justeru membuatku semakin penasaran. “Emang waktu aki disekolah dulu gak pernah suka sama perempuan?”. “Aki mah sekolahnya cuma SD. Mau sekolah aja susah karena jaman perang. Seumuran aa, aki udah angkat senjata kemana-mana. Gerilya. Gak kenal istilah pacaran. Kalo suka sama perempuan mah pernah, tapi ya udah aja. Biasa-biasa aja. Kalo emang beneran suka, langsung nikah. Makanya, hidup dijaman sekarang harus banyak bersyukur dan bla, bla, bla…. #$!!@*#” cukup. pembicaraan beralih menjadi ceramah pagi.
Dijaman sekarang pacaran menjadi sebuah gaya hidup atau menjadi sebuah keharusan. “Hari gini gak punya pacar? Kasiaannn dehh luuu…” pacaran adalah sesuatu yang misteri. Tidak tahu dari mana asalnya dan tidak tahu bagaimana penyebarannya. Mungkin lebih parah dari penyakit flu yang konon katanya dapat menular melalui udara dalam radius 200 meter. Atau bahkan lebih parah dari virus flu yang diderita babi, alias flu babi. Sudah bosan dengan manusia, babi pun di ”sikat“. hehe
Iseng-iseng, saya chat dengan -inisial- RR, “apa yang menyebabkan anda menjadi pacaran?” Selang beberapa menit RR menjawab, “Yakin.” Saya sedikit memicingkan mata, “apa yang membuat anda yakin?” dengan perlahan tapi pasti RR menjawab “disetiap hembus nafasmu hanya dirimu satu yang selalu kupinta.” Sangat puitis. Mungkin yang dimaksud RR dengan “mu” adalah “nya”. Jeruk koq makan jeruk.
Merasa kurang puas, saya mencari korban selanjutnya. Adalah NR, ketika diajukan pertanyaan, “Hal apa yang membuat seseorang jadi pacaran?” menjawab “Iseng, ikutan trend, ikutin temen-temennya.” Betul. Jika diurutkan, budaya pacaran muncul pada jaman kekinian. Di jaman aki orang-orang tidak mengenal istilah pacaran. Juga di jaman ibu, orang-orang hanya sebatas mulai berani mengapresiasikan perasaan. Lebih jelasnya, budaya pacaran bukan warisan nenek moyang kita.
MTR, saudara seperguruan saya dibukit senja mengatakan bahwa penyebab orang pacaran adalah godaan iblis. Mukanya yang tidak pas-pasan dengan perawakan yang cukup ideal membuat saya curiga, “bukannya lu yang godain?”. “gw yang godain iblis” Jawabnya terbahak-bahak hampir tersedak. Mungkin ada benarnya juga, hampir semua kisah pacaran dimasa kini sudah satu paket dengan kissing, putting, dan ing-ing kelanjutannya hingga bunting. Statement ini disponsori oleh argumen OT, ketika ditanya “kenapa lu pacaran?”, ia menjawab “Nafsu.”
Di dunia ini akan selalu ada dua. Ada baik, ada buruk. Ada hitam, ada putih. Ada benar, ada salah. Pacaranpun ada positif, ada negatif. Hanya bagaimana anda memaknainya. Lalu, bagaimana menurut anda? kenapa anda pacaran atau apa yang menyebabkan anda mencari pacar?

0 komentar on " "
Posting Komentar