Selasa, 29 September 2009

HIDUP

Diposting oleh ppipong di 06.47 0 komentar
siala mad gw hari ini, ad ajj masalahny. gpp sehhhh orang idup klo gg punya masalah kan gg seru! iah kn?? tp kl banyakan masalah gila jg yy! hhu
yy namanya jg iduup
uhhh, kangend deh pen pulang! tenang pong, bntr lg jg pulang lg! iah gg?

Rabu, 16 September 2009

AKU CINTA DIA

Diposting oleh ppipong di 06.12 2 komentar
AKU CINTA DIA
AKU CINTA DIA
AKU CINTA DIA
AKU CINTA DIA

AKU CINTA DIA
AKU CINTA DIA
AKU CINTA DIA

AKU CINTA DIA
AKU CINTA DIA
AKU CINTA DIA

Minggu, 13 September 2009

Tips Menjaga Diri Untuk Wanita

Diposting oleh ppipong di 21.14 0 komentar


Setiap hari perempuan sering menjadi sasaran kejahatan. Kesalahan utama yang sering terjadi karena sering kali perempuan berpikiran ”tidak akan terjadi sesuatu yang buruk pada diri saya.” Akibatnya kewaspadaaan pun hilang.

Saat menjadi target sasaran pun kecenderungan perempuan menjadi panik dan tidak melakukan perlawanan. Padahal tubuh kita pun bisa dijadikan senjata. Misalnya siku. Dalam jarak dekat siku dapat digunakan untuk melawan. Sepatu dengan hak tinggi dapat digunakan untuk menginjak kaki penyerang. Lutut bisa digunakan untuk menyerang tubuh lawan pada bagian-bagian paha dalam dan kamaluan. Bahkan jari tangan pun dapat digunakan untuk menusuk tubuh lawan dibagian lengkungan antara leher dan dada.

Marahlah! Berteriak! Daripada Anda takut kepada penyerang, gantilah rasa takut menjadi marah. Gunakan energi marah tersebut untuk melawan penyerang. Teriakan dapat membangkitkan semangat Anda dalam melakukan perlawanan.

Tiga alasan mengapa perempuan mudah menjadi target sasaran kriminal :

- Kurang waspada, untuk itu Anda harus mengetahui dimana dan apa yang terjadi di sekitar Anda.
- Bahasa tubuh, berjalan menunduk, terlihat letih, lemah. Untuk itu berjalanlah dengan lurus, kepala tegak, dan ayunkan tangan. Tunjukkan bahwa Anda tidak lemah. Jagalah jarak dengan pejalan kaki lainnya.
- Salah tempat dan salah waktu. Sendirian di malam hari, di tempat sepi. Untuk itu berjalan dengan teman saat di lorong atau di lingkungan yang tidak aman.

Kebanyakan orang berpikir jika sudah sampai di mobil, maka Anda sudah aman. Padahal itu tidak benar! Anda dapat menjadi korban kejahatan selanjutnya.

Untuk itu perhatikan hal berikut:

- Saat Anda sampai di dekat mobil, perhatikan dibelakang dan sekeliling Anda. Lihat bawah tempat duduk, bagian belakang kursi mobil Anda.
- Saat keluar dari mobil ataupun menuju mobil, siapkan senjata Anda. Baik itu berupa kunci mobil, pena, buku, gulungan kertas ataupun benda lainnya.
- Parkir mobil sedekat mungkin dengan tujuan Anda atau dekat dengan pos kemanan, terang, wilayah yang Anda rasa aman.
- Jangan parkir dekat mobil van atau yang berukuran besar. Jika ada mobil besar di samping Anda, waspadalah. Gunakan pintu penumpang atau pintu yang berlawanan dengan pintu mobil van tersebut. Sehingga Anda tidak mudah ditarik paksa masuk mobil van tersebut.
- Jika sampai di dalam mobil (Anda sudah yakin di dalam aman), segeralah kunci pintu mobil dan segeralah pergi.
- Jika Anda harus berpergian malam hari, jangan malu meminta pertolongan pada orang lain. Misalnya saat dari swalayan menuju parkir mobil. Mintalah bantuan kemanan ataupun orangtua yang berjalan bersama anaknya. Biasanya orangtua yang berjalan bersama anaknya dapat dipercaya. Tetapi ingat perhatikan pula bahasa tubuh anak yang berjalan bersamanya.
- Jika Anda merasa ada yang mencurigakan dekat mobil Anda segeralah masuk kembali, bicaralah pada bagian keamanan.
- Jangan masuk mobil, jika Anda menjadi sasaran kejahatan di dekat mobil Anda. Karena memang itulah keinginan penyerang agar Anda mematuhinya dan dia dapat melakukan apa saja sesukanya. Untuk itu melawanlah, menjerit sekuatnya, kalau bisa lari. Penyerang akan panik melihat perlawanan yang Anda lakukan, tetapi itu lebih baik daripada Anda pasrah mengikuti kemauannya.
- Perhatikan kondisi mobil Anda, usahakan selalu dalam keadaan baik.
- Jika mobil Anda tidak dapat berfungsi, segeralah masuk ke dalam gedung kembali. Jika tidak memungkinkan tetaplah di dalam mobil, kunci pintu gunakan telepon gengam untuk meminta pertolongan.

Mengunakan tangga di dalam gedung memang baik sebagai sarana olahraga, tetapi Anda perlu ingat bahwa berjalan di tangga apalagi yang berada di lorong sendirian itu berbahaya, Anda bisa menjadi sasaran kejahatan.

Jika Anda mengunakan elevator perhatikan hal berikut:
- Jangan masuk ke dalam elevator jika Anda merasa ada yang aneh di dalamnya.
- Jangan berdiri di pojok elevator, lebih baik di dekat pintu dan selalu dalam keadaaan siap untuk keluar.
- Jika Anda berada sendirian di dalam elevator, lalu ada pria yang mencurigakan masuk, segeralah keluar, tidak perlu menunggu sampai lantai tujuan Anda.
- Jangan menarik perhatian, ingatlah orang jahat tidak selamanya berwajah buruk.

Jika Anda ditahan di dalam bagasi mobil, copot (tendang, tonjok, pukul, pecahkan) lampu belakang mobil hingga Anda dapat mengeluarkan tangan atau memberikan isarat bagi orang lain yang melihat mobil tersebut.

Ingatlah sebelum Anda keluar dari rumah/gedung berdoalah terlebih dahulu, waspada dan gunakanlah perasaan Anda. Jika Anda merasa tidak aman, segeralah menghindar atau batalkanlah rencana Anda.


addpoted from : 15mehblogspot.com
Diposting oleh ppipong di 07.34 0 komentar

Pacaran, apaan tuh?


Tersenyum manis, sang cowok mengajak sang cewek ke tempat sepi. Pemandangannya begitu indah, pepohonan disana-sini hampir terselimuti kabut. Sore yang hampir sempurna dengan merah cahaya matahari yang hampir bersembunyi dibalik bukit diujung sana. Berbekal keberanian dan percaya diri secukupnya, sang cowok mengutarakan isi hati. Katanya sudah lama memendam perasaan, katanya sudah lama tidak enak makan, katanya sudah lama tidak nyenyak tidur. Katanya dan katanya yang membuat hati sang cewek luluh lantah tak berkutik sedikitpun. Atau…

kisah puluhan tahun lalu disaat ibuku masih remaja. Ada seorang lelaki pintar, sholeh, baik, tampan, kaya raya -kata ibu- yang memikat hatinya. Begitupun juga sang lelaki yang kesesengsem sama ibu. Setiap kali berpapasan ditikungan sekolah yang banyak tikungannya dan entah ditikungan yang mana, sang lelaki selalu melempar senyum ke arah ibu kemudian ibu membalasnya. Kontan, suatu hari dikantin sekolah saat jam istirahat, dengan langkah tersipu malu, wajah merona merah, dan jantung yang hampir copot, mereka saling bertukar surat dan foto. Itulah akhir kisah cinta ibu semasa SMA.

Penasaran dengan kisah cinta aki (baca: Kakek). Saya menghampirinya dipagi buta ketika ia tengah sibuk membolak-balik isi halaman sebuah koran harian (saya tidak menyebutkan Koran Harian Pikiran Rakyat). “Ki, kalo jaman aki muda dulu pacarannya gimana?” tanyaku perlahan khawatir darah tingginya kambuh lagi. “Jaman aki mah gak ada pacaran.” jawaban singkat yang justeru membuatku semakin penasaran. “Emang waktu aki disekolah dulu gak pernah suka sama perempuan?”. “Aki mah sekolahnya cuma SD. Mau sekolah aja susah karena jaman perang. Seumuran aa, aki udah angkat senjata kemana-mana. Gerilya. Gak kenal istilah pacaran. Kalo suka sama perempuan mah pernah, tapi ya udah aja. Biasa-biasa aja. Kalo emang beneran suka, langsung nikah. Makanya, hidup dijaman sekarang harus banyak bersyukur dan bla, bla, bla…. #$!!@*#” cukup. pembicaraan beralih menjadi ceramah pagi.

Dijaman sekarang pacaran menjadi sebuah gaya hidup atau menjadi sebuah keharusan. “Hari gini gak punya pacar? Kasiaannn dehh luuu…” pacaran adalah sesuatu yang misteri. Tidak tahu dari mana asalnya dan tidak tahu bagaimana penyebarannya. Mungkin lebih parah dari penyakit flu yang konon katanya dapat menular melalui udara dalam radius 200 meter. Atau bahkan lebih parah dari virus flu yang diderita babi, alias flu babi. Sudah bosan dengan manusia, babi pun di ”sikat“. hehe

Iseng-iseng, saya chat dengan -inisial- RR, “apa yang menyebabkan anda menjadi pacaran?” Selang beberapa menit RR menjawab, “Yakin.” Saya sedikit memicingkan mata, “apa yang membuat anda yakin?” dengan perlahan tapi pasti RR menjawab “disetiap hembus nafasmu hanya dirimu satu yang selalu kupinta.” Sangat puitis. Mungkin yang dimaksud RR dengan “mu” adalah “nya”. Jeruk koq makan jeruk.

Merasa kurang puas, saya mencari korban selanjutnya. Adalah NR, ketika diajukan pertanyaan, “Hal apa yang membuat seseorang jadi pacaran?” menjawab “Iseng, ikutan trend, ikutin temen-temennya.” Betul. Jika diurutkan, budaya pacaran muncul pada jaman kekinian. Di jaman aki orang-orang tidak mengenal istilah pacaran. Juga di jaman ibu, orang-orang hanya sebatas mulai berani mengapresiasikan perasaan. Lebih jelasnya, budaya pacaran bukan warisan nenek moyang kita.

MTR, saudara seperguruan saya dibukit senja mengatakan bahwa penyebab orang pacaran adalah godaan iblis. Mukanya yang tidak pas-pasan dengan perawakan yang cukup ideal membuat saya curiga, “bukannya lu yang godain?”. “gw yang godain iblis” Jawabnya terbahak-bahak hampir tersedak. Mungkin ada benarnya juga, hampir semua kisah pacaran dimasa kini sudah satu paket dengan kissing, putting, dan ing-ing kelanjutannya hingga bunting. Statement ini disponsori oleh argumen OT, ketika ditanya “kenapa lu pacaran?”, ia menjawab “Nafsu.”

Di dunia ini akan selalu ada dua. Ada baik, ada buruk. Ada hitam, ada putih. Ada benar, ada salah. Pacaranpun ada positif, ada negatif. Hanya bagaimana anda memaknainya. Lalu, bagaimana menurut anda? kenapa anda pacaran atau apa yang menyebabkan anda mencari pacar?


addpted from : kolonihitam.blogdetik.com
 

tetaptakberjudul Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez